Kamis, 03 Mei 2012

Rencana "Sang Pencipta"


Sore ini memandang awan senja yang sangat menawan dan begitu indah untuk dipandang. Memandang indahnya awan, berpikir sejenak untuk pencerahan. Kapan hidupku bisa terlepas dari beban kekejaman dunia tuhan :’’ , aku ingin seperti awan. Awan yang melilingi seluruh isi dunia dalam satu hari 24 jam, yang selalu cerah tanpa ada masalah yang terbebani walaupun hujan turun sebelumnya, yang tak pernah lelah untuk selalu menghiasi langit ciptaan-Nya yang begitu indah.

Selalu itu yang kurasakan saat memandang awan. Berpikir sesaat, ber-nostalgia mengingat masa-masa dan waktu yang telah terlewatkan. Lagi dan lagi, debu masuk kedalam bola mata dan membuat seketika bola mata ini menjadi basah akibatnya. Lebih dari debu jauh dilubuk hati terdalam yang selalu menahan semuanya, selalu menahan setiap ekspresi yangtak pantas buat kita mengapresiasikannya.

Hari-hariku? Adakah orang yang peduli? Adakah orang mau duduk manis untuk mendengarnya? :’ Nothing, I think nothing this. Pertanyaan macam apa ini? Bermutu? :’’ tidak sama sekali. HANCUR

Kapan km bisa seperti awan itu may? Kapan ya? Kapan km bisa merasakan indahnya dunia? Kapan km bisa merasakan apa yang dirasakan orang? Kapan km bisa berarti buat dirimu dan orang lain. Jujur terkadang iri melihat orang, iri melihat seseorang yang hidupnya berguna. Kapan bisa merasa begitu? Merasa dihormati? Merasa dihargai? Kapan bisa merasakan jadi seseorang yang berarti dan berharga buat org lain. :’

Sungguhan ya tuhan ini sakit melebihi apapun sakitnya, lebih sakit dari diterpa badai. Serasa terbuang, sakit ya tuhan rasanya. Jatuh bangun buat hidup, diinjak-injak dihina bahkan di cu-e-kin sudah jadi hal biasa. Rasanya tak pernah teranggap, tak pernah ada yg mengingat.

Pernah berpikir buat jauhin semuanya, tapi kenyataan tak bisa mengelak. Semua sudah melekat dan lahir dari kehidupan sehari-hariku. Semuanya seperti kebutuhan, hak dan kewajiban pokok yg klop untuk selalu dijalani. Selalu ingin keluar dari ketertekannya tapi sungguh, sungguh sulit :’.

Tiap hari harus mendengar caci maki, mendengar apapun cemooh org. Menahan sakitnya tak dianggap, bahkan menahan amarah ego untuk nangis saat omonganmu tidak dianggap dan didengar.

Apakah ini balasan untukku? ataupun teguran untuk sifatnya? Enthalah. Sabar, yap sabar itu kata yg paling tepat buat kehidupan. Tapi apakah harus selalu sabar? Ya tuhan aku sakit :’’’ , hatiku terlalu kecil buat semuanya :’’’ . Tapi aku yakin, dibalik ini ada hal baik yang akan datang. Selalu menunggu dimana saat hal baik itu datang. Percayalah itu semua hadir dalam kehidupan. Tersenyum, hanya bisa tersenyum menunggu yg terbaik datang untuk semuanya.

Berusahalah sebijak dan sematang mungkin dalam mengambil keputusan. Dibalik semua cerita tersimpan hikmah.:)  aku percaya yg terbaik akan datang pada sa-atnya.

Sabar, keep smile or happy always. Tertawa dalam kesedihan, mengambil hikmah dari keterpurukan. Dimanapun berada, allah mempunyai jalan yang terbaik. Aku yakin semua penantian terbalaskan dan “WAITING IT”. “MENUNGGU SAAT SEMUANYA MENJADI LEBIH BAIK” ;;)


Tidak ada komentar: