Sore ini memandang awan senja yang sangat
menawan dan begitu indah untuk dipandang. Memandang indahnya awan, berpikir
sejenak untuk pencerahan. Kapan hidupku bisa terlepas dari beban kekejaman
dunia tuhan :’’ , aku ingin seperti awan. Awan yang melilingi seluruh isi dunia
dalam satu hari 24 jam, yang selalu cerah tanpa ada masalah yang terbebani walaupun
hujan turun sebelumnya, yang tak pernah lelah untuk selalu menghiasi langit ciptaan-Nya
yang begitu indah.
Selalu itu yang kurasakan saat memandang
awan. Berpikir sesaat, ber-nostalgia mengingat masa-masa dan waktu yang telah
terlewatkan. Lagi dan lagi, debu masuk kedalam bola mata dan membuat seketika
bola mata ini menjadi basah akibatnya. Lebih dari debu jauh dilubuk hati terdalam
yang selalu menahan semuanya, selalu menahan setiap ekspresi yangtak pantas
buat kita mengapresiasikannya.
Hari-hariku? Adakah orang yang peduli? Adakah
orang mau duduk manis untuk mendengarnya? :’ Nothing, I think nothing this.
Pertanyaan macam apa ini? Bermutu? :’’ tidak sama sekali. HANCUR
Kapan km bisa seperti awan itu may? Kapan ya?
Kapan km bisa merasakan indahnya dunia? Kapan km bisa merasakan apa yang
dirasakan orang? Kapan km bisa berarti buat dirimu dan orang lain. Jujur
terkadang iri melihat orang, iri melihat seseorang yang hidupnya berguna. Kapan
bisa merasa begitu? Merasa dihormati? Merasa dihargai? Kapan bisa merasakan
jadi seseorang yang berarti dan berharga buat org lain. :’
Sungguhan ya tuhan ini sakit melebihi
apapun sakitnya, lebih sakit dari diterpa badai. Serasa terbuang, sakit ya
tuhan rasanya. Jatuh bangun buat hidup, diinjak-injak dihina bahkan di cu-e-kin
sudah jadi hal biasa. Rasanya tak pernah teranggap, tak pernah ada yg
mengingat.
Pernah berpikir buat jauhin semuanya, tapi kenyataan
tak bisa mengelak. Semua sudah melekat dan lahir dari kehidupan sehari-hariku.
Semuanya seperti kebutuhan, hak dan kewajiban pokok yg klop untuk selalu
dijalani. Selalu ingin keluar dari ketertekannya tapi sungguh, sungguh sulit :’.
Tiap hari harus mendengar caci maki,
mendengar apapun cemooh org. Menahan sakitnya tak dianggap, bahkan menahan
amarah ego untuk nangis saat omonganmu tidak dianggap dan didengar.
Apakah ini balasan untukku? ataupun teguran untuk sifatnya? Enthalah. Sabar, yap sabar itu kata yg paling tepat
buat kehidupan. Tapi apakah harus selalu sabar? Ya tuhan aku sakit :’’’ ,
hatiku terlalu kecil buat semuanya :’’’ . Tapi aku yakin, dibalik ini ada hal
baik yang akan datang. Selalu menunggu dimana saat hal baik itu datang. Percayalah
itu semua hadir dalam kehidupan. Tersenyum, hanya bisa tersenyum menunggu yg
terbaik datang untuk semuanya.
Berusahalah sebijak dan sematang mungkin
dalam mengambil keputusan. Dibalik semua cerita tersimpan hikmah.:) aku percaya yg terbaik akan datang pada
sa-atnya.
Sabar,
keep smile or happy always. Tertawa dalam kesedihan, mengambil hikmah dari
keterpurukan. Dimanapun berada, allah mempunyai jalan yang terbaik. Aku yakin
semua penantian terbalaskan dan “WAITING IT”. “MENUNGGU SAAT SEMUANYA MENJADI
LEBIH BAIK” ;;)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar