Harapan kecil dari sebuah harapan yang
kuinginkan. Hanya secarcik titik terang yg ingin kugapai dalam hidup. Aku yang disini menjalani waktu detik demi
detik, menjalani hariku yang sekarang dengan menyisipkan sebuah harapan kecil
agar ku 'bisa terus hidup dan bertahan', terus hidup dan berharap akan jauh
lebih baik dibanding ini. Sebuah
harapan yang sederhana namun sangat dahsyat aritunya bagiku yang hanya seorang
diri menjalani kerasnya kehidupan dunia.
HIDUP SERASA
MATI, MATI TETAPI HIDUP
Ketika keberadaan orang tidak dihargai. Mau tidak
mau, suka tidak suka itu harus & sangat wajib kujalani. Bukanlah sebuah
keluhan yang tertuang dalam tulisan ini, Sungguh apabila boleh memilih, aku
ingin lebih bisa berdiam sendiri dari pada keluar menjalani hidup yang bagiku
sendiri tidak adil & terkadang cukup membuat hati bergetar saat mata mulai
meneteskan airmata.
Itulah salah
satu cara yang boleh ku lakukan agar apa yang memberatkan hati ini dapat
sedikit berkurang..
Hidup dengan
baik? Tenang? Senang? Tentram? Ya hidup dengan itu semua. Tapi kapan? Entah
kapan. Tapi dengan segala cara akan ku usahakan. Sungguh semuanya agar hiupku
lebih baik waalau harus dengan cara yang
tidak baik bagi orang lain tapi demi kehidupan yg baik akan kucoba.
SEBISA MUNGKIN, SEBAIK MUNGKIN.
Semua Kebaikan datang dari ketidakbaikan karenanya kebaikan
dapat disebut baik .
“You
are what you read, hear, and see. You are what you think you are. After all,
what you know and say about yourself is more important than what people think
they know and say about you.”
Kamu
adalah apa yang kamu baca, dengar dan lihat. Kamu adalah apa yang kamu
pikirkan mengenai dirimu. Pada akhirnya, apa yang kamu tahu dan katakan
mengenai dirimu jauh lebih penting dari apa yang orang lain pikir mereka tahu
dan katakan mengenai dirimu.
Waktu
terus berganti
Waktu tak
bisa diputar kembali
Saat itu
saya ingin menjadi
Saat ini
saya melakoni
Ketika
waktu berhenti sesaat
-Tertanda-
aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar